
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan sering kali disertai proteinuria atau kerusakan organ lainnya. Kondisi ini biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat berkembang menjadi preeklamsia berat jika tidak ditangani dengan cepat. Di Indonesia, preeklamsia menjadi penyebab utama kematian ibu hamil, sehingga penting bagi setiap calon ibu untuk mengenali tanda-tanda preeklamsia sejak dini. Artikel ini akan membahas secara tuntas gejala preeklamsia, tanda preeklamsia berat, faktor risiko, komplikasi, serta cara pencegahan dan penanganan.
Preeklamsia adalah gangguan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu, sering disertai proteinuria (protein dalam urin ≥0,3 g/24 jam) atau tanda kerusakan organ seperti ginjal, hati, atau paru-paru. Kondisi ini memengaruhi aliran darah ke plasenta, sehingga dapat membahayakan ibu dan janin.
Preeklamsia ringan biasanya hanya menunjukkan hipertensi dan proteinuria tanpa gejala berat. Sementara preeklamsia berat ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg, gejala neurologis seperti sakit kepala parah, atau gangguan organ signifikan. Jika tidak ditangani, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia (kejang) atau sindrom HELLP (hemolisis, elevasi enzim hati, dan trombositopenia).
Di Indonesia, preeklamsia menyumbang sekitar 24-28% kematian ibu hamil. Kasus ini lebih tinggi pada ibu dengan faktor risiko seperti usia ekstrem atau riwayat hipertensi.
Banyak ibu hamil tidak menyadari gejala preeklamsia karena mirip dengan keluhan kehamilan normal. Namun, pengenalan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi.
Tanda paling awal adalah tekanan darah tinggi. Ini sering terdeteksi pada pemeriksaan antenatal rutin. Tekanan darah normal pada ibu hamil <130/90 mmHg. Jika mencapai 140/90 mmHg atau lebih pada dua pengukuran terpisah, waspada preeklamsia.
Adanya protein dalam urin menandakan kerusakan ginjal. Tes urin sederhana pada kunjungan antenatal dapat mendeteksi ini.
Sakit kepala yang tidak hilang meski istirahat atau minum obat biasa menjadi gejala preeklamsia umum. Ini disebabkan oleh vasospasme pembuluh darah otak.
Pandangan kabur, melihat bintik-bintik, sensitif terhadap cahaya, atau hilang penglihatan sementara adalah tanda serius yang memerlukan perhatian segera.
Pembengkakan pada kaki normal pada kehamilan, tapi jika muncul tiba-tiba di wajah, tangan, atau seluruh tubuh, serta disertai kenaikan berat badan >1-2 kg per minggu, ini tanda preeklamsia.
Nyeri di ulu hati atau perut kanan atas sering disalahartikan sebagai maag atau tendangan janin, padahal ini menandakan gangguan hati.
Mual muntah pada trimester kedua atau ketiga bukan morning sickness biasa, melainkan gejala preeklamsia. Sesak napas bisa akibat cairan di paru-paru.
Oliguria (urin sedikit) menandakan gangguan ginjal.
Preeklamsia berat ditandai dengan:
Jika mengalami ini, segera ke rumah sakit karena risiko eklampsia tinggi.
Beberapa faktor meningkatkan kemungkinan preeklamsia:
Anemia, malnutrisi, dan akses layanan kesehatan terbatas juga berkontribusi.
Preeklamsia postpartum juga bisa muncul hingga 6 minggu setelah melahirkan.
Diagnosis melalui:
Pemeriksaan antenatal minimal 4 kali sangat penting.
Satu-satunya “obat” definitif adalah kelahiran bayi.
Meski tidak 100% dicegah, risiko bisa diturunkan dengan:
Di Indonesia, program ANC (Antenatal Care) dari pemerintah membantu deteksi dini.
Preeklamsia adalah kondisi yang bisa dicegah komplikasinya dengan pengenalan tanda-tanda awal seperti hipertensi, proteinuria, sakit kepala parah, gangguan penglihatan, dan pembengkakan abnormal. Jangan abaikan gejala preeklamsia, terutama pada preeklamsia berat yang bisa mengancam nyawa. Konsultasikan selalu dengan dokter atau bidan pada setiap kunjungan antenatal. Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, ibu dan bayi bisa selamat dan sehat.
(Artikel ini disusun berdasarkan sumber medis terpercaya seperti Mayo Clinic, WHO, dan pedoman kesehatan Indonesia. Konsultasikan dokter untuk saran pribadi.)
Mohon Maaf Tidak Diperkenankan Klik Kanan