Pondok Assyifa Bang Bari 082254825060
Rumah Quran Ratu Assyifa 082154442690
Rumah Herbal Indonesia 082213485345
Selasa, 23 Des 2025 Kat : Edukasi Kesehatan

Inilah 5 Cemilan yang Tidak Manis Tapi Gulanya Tinggi

Sudah Dibaca Sebanyak : 113 Kali
Inilah 5 Penyebab Gula Darah Naik Meski Tidak Makan atau Minum

Cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi sering kali menjadi jebakan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan. Banyak orang mengira bahwa hanya makanan manis seperti permen atau kue yang tinggi gula, padahal ada berbagai cemilan sehari-hari yang rasanya netral atau bahkan gurih, tetapi mengandung gula dalam jumlah besar. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara tuntas tentang cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, mulai dari penjelasan ilmiah, contoh spesifik, dampak kesehatan, hingga solusi praktis. Dengan memahami ini, Anda bisa membuat pilihan yang lebih bijak dalam pola makan.

Gula tersembunyi dalam cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi bisa berasal dari tambahan selama proses produksi, seperti sirup jagung fruktosa tinggi atau pemanis buatan lainnya. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asupan gula harian yang direkomendasikan tidak boleh melebihi 50 gram per hari, sedangkan American Heart Association menyarankan batas 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Sayangnya, cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi sering kali menyumbang sebagian besar dari batas tersebut tanpa kita sadari.

Artikel ini akan menjelaskan secara mendalam, dengan struktur yang jelas untuk memudahkan pembacaan. Kita akan mulai dari dasar-dasar gula tersembunyi, kemudian membahas lima cemilan utama, dampaknya, alternatif, tips, dan diakhiri dengan pertanyaan umum. Tujuannya adalah memberikan informasi lengkap agar Anda bisa menghindari risiko kesehatan jangka panjang.

Apa Itu Gula Tersembunyi dan Mengapa Ada dalam Cemilan?

Gula tersembunyi merujuk pada gula yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses pengolahan, yang tidak selalu membuat rasanya manis. Dalam konteks cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, gula ini berfungsi sebagai pengawet, penambah rasa, atau penyeimbang tekstur. Misalnya, gula bisa muncul dalam bentuk sukrosa, fruktosa, dekstrosa, maltosa, atau sirup jagung.

Mengapa produsen menambahkan gula ke cemilan yang tidak manis? Alasannya beragam. Pertama, gula membantu memperpanjang umur simpan produk, mencegah pembusukan. Kedua, gula meningkatkan rasa keseluruhan, meskipun tidak membuatnya terasa manis seperti permen. Ketiga, dalam industri makanan, gula murah dan mudah didapat, sehingga sering digunakan untuk menekan biaya produksi. Hasilnya, cemilan sehari-hari seperti yogurt atau saus menjadi sumber gula tersembunyi yang signifikan.

Menurut penelitian dari World Health Organization (WHO), konsumsi gula tersembunyi berkontribusi pada peningkatan obesitas global, karena orang tidak menyadari jumlah gula yang mereka konsumsi. Di Indonesia, survei Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi gula harian mencapai 70-80 gram, melebihi batas aman, sebagian besar dari cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi. Ini menjadi masalah karena gula ini dengan cepat diubah menjadi glukosa dalam darah, menyebabkan lonjakan insulin.

Untuk memahami lebih lanjut, mari kita bahas jenis-jenis gula. Gula alami dari buah berbeda dengan gula tambahan. Gula tambahan inilah yang berbahaya, karena tidak disertai serat yang memperlambat penyerapan. Dalam cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, gula tambahan sering kali melebihi 10-20 gram per porsi, setara dengan beberapa sendok teh gula pasir.

Bagaimana gula tersembunyi memengaruhi tubuh? Saat dikonsumsi, gula ini memicu respons hormonal yang meningkatkan nafsu makan, sehingga sulit mengontrol berat badan. Studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa konsumsi gula tersembunyi secara rutin meningkatkan risiko resistensi insulin hingga 20-30%. Oleh karena itu, mengenali cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi adalah langkah pertama menuju pola makan sehat.

Dampak Kesehatan dari Konsumsi Cemilan yang Tidak Manis Tapi Gulanya Tinggi

Konsumsi berlebih cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Pertama, risiko diabetes tipe 2 meningkat karena lonjakan gula darah kronis. Menurut American Diabetes Association, asupan gula lebih dari 50 gram per hari bisa meningkatkan risiko ini hingga 45%.

Kedua, penyakit jantung. Gula tersembunyi menyebabkan peradangan dan peningkatan trigliserida, yang menyumbat arteri. Sebuah meta-analisis di Journal of the American Medical Association menemukan bahwa orang dengan asupan gula tinggi memiliki risiko penyakit jantung 38% lebih tinggi.

Ketiga, obesitas. Cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi sering kali tinggi kalori kosong, tanpa nutrisi pendukung. Ini menyebabkan penumpukan lemak, terutama di area perut. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 21% penduduk dewasa obesitas, sebagian karena konsumsi gula tersembunyi.

Selain itu, dampak pada kesehatan gigi. Gula memberi makan bakteri mulut, menyebabkan kerusakan enamel. Anak-anak yang sering mengonsumsi cemilan ini berisiko lebih tinggi mengalami gigi berlubang.

Dampak mental juga tidak kalah penting. Lonjakan gula darah menyebabkan fluktuasi energi, yang bisa memicu depresi atau kecemasan. Studi dari University College London menemukan hubungan antara konsumsi gula tinggi dan gangguan mood.

Untuk wanita hamil, cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional, memengaruhi bayi dengan berat lahir rendah. Bagi anak-anak, ini menghambat pertumbuhan karena menggantikan nutrisi esensial.

Secara keseluruhan, dampak ini bisa dicegah dengan mengurangi asupan. Organisasi seperti WHO merekomendasikan kurang dari 10% kalori harian dari gula tambahan. Dengan menyadari cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, kita bisa mengurangi risiko ini secara signifikan.

5 Cemilan yang Tidak Manis Tapi Gulanya Tinggi

Berikut adalah lima contoh cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, berdasarkan data dari berbagai sumber kesehatan. Setiap cemilan akan dibahas secara detail, termasuk kandungan gula, alasan tinggi gula, dan tips menghindarinya.

1. Yogurt Non-Plain

Yogurt sering dianggap sebagai cemilan sehat untuk pencernaan, tapi varian non-plain yang rendah lemak justru termasuk cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi. Rasa asamnya menutupi gula tambahan yang digunakan untuk memperbaiki rasa setelah penghilangan lemak.

Yogurt rendah lemak sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi
Yogurt rendah lemak sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi

Menurut Hello Sehat, satu porsi yogurt non-plain bisa mengandung 17-33 gram gula, setara dengan 4-8 sendok teh. Gula ini berasal dari sirup fruktosa atau sukrosa yang ditambahkan selama produksi. Meski tidak terasa manis seperti es krim, gula ini dengan cepat meningkatkan gula darah.

Mengapa tinggi gula? Produsen menambahkan gula untuk membuatnya lebih appealing, terutama varian buah atau vanila yang seolah sehat. Dampaknya, konsumsi rutin bisa menyebabkan penambahan berat badan dan risiko diabetes.

Contoh: Yogurt kemasan merek populer di supermarket Indonesia sering kali memiliki gula lebih dari 20 gram per 150 ml. Untuk menghindari, pilih yogurt plain tanpa tambahan rasa, dan tambahkan buah segar sendiri. Ini mengurangi gula hingga 50-70%.

Studi dari British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa yogurt dengan gula tambahan meningkatkan kalori harian tanpa manfaat probiotik penuh. Di Indonesia, banyak orang mengonsumsinya sebagai cemilan sore, tanpa sadar menyumbang gula berlebih.

2. Saus Tomat

Saus tomat adalah cemilan pendamping yang populer, seperti untuk keripik atau gorengan, tapi ini salah satu cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi. Rasa asam dan gurihnya menyembunyikan gula yang ditambahkan untuk menyeimbangkan keasaman tomat.

Saus tomat kemasan sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi
Saus tomat kemasan sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi

Dari data Bobo Grid, satu sendok makan saus tomat bisa mengandung hingga 4 gram gula, dan jika digunakan dalam porsi besar, bisa mencapai 20 gram. Gula ini sering berupa sirup jagung fruktosa tinggi, yang lebih berbahaya karena diproses oleh hati.

Alasan tinggi gula: Dalam produksi industri, gula ditambahkan untuk tekstur halus dan rasa yang konsisten. Dampak kesehatan termasuk peningkatan tekanan darah karena kombinasi gula dan natrium.

Contoh: Saus tomat merek Heinz atau ABC di Indonesia memiliki gula sekitar 3-5 gram per sendok. Tips: Buat saus tomat sendiri dari tomat segar, atau pilih varian low-sugar. Ini bisa mengurangi asupan gula hingga 80%.

Penelitian dari Journal of Food Science menunjukkan bahwa saus tomat kemasan berkontribusi pada 10-15% asupan gula harian di masyarakat urban. Bagi pecinta cemilan, ini menjadi sumber tersembunyi yang sering diabaikan.

3. Granola Bar

Granola bar dipromosikan sebagai cemilan energi sehat, tapi sebenarnya termasuk cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi. Rasa kacang dan biji-bijiannya menutupi gula dari pemanis buatan dan buah kering.

Granola bar sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi
Granola bar sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi

Menurut Ciputra Hospital, satu bar granola (110 gram) bisa mengandung 24 gram gula, plus 462 kalori. Gula ini dari madu, sirup, atau cokelat chip yang ditambahkan untuk mengikat bahan.

Mengapa tinggi gula? Untuk membuatnya renyah dan tahan lama, produsen menggunakan gula sebagai pengikat. Dampaknya, lonjakan energi sementara diikuti penurunan, menyebabkan kelelahan.

Contoh: Granola bar merek Quaker atau Nature Valley di pasaran Indonesia sering kali memiliki gula lebih dari 15 gram per bar. Alternatif: Buat granola sendiri dengan oats polos dan kacang tanpa pemanis.

Studi dari Nutrition Reviews menemukan bahwa granola bar berkontribusi pada obesitas remaja karena dianggap “sehat”. Di kalangan pekerja kantor, ini menjadi cemilan favorit yang justru berbahaya.

4. Roti Tawar

Roti tawar putih adalah cemilan sederhana, sering dimakan dengan selai atau sebagai sandwich, tapi ini cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi karena karbohidrat olahan yang berubah jadi gula.

Roti tawar putih sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi
Roti tawar putih sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi

Dari Bobo Grid, roti tawar dibuat dengan sirup jagung fruktosa tinggi, sehingga dua iris bisa setara 10 gram gula. Tubuh memecahnya cepat menjadi glukosa.

Alasan tinggi gula: Tepung putih olahan kehilangan serat, membuat indeks glikemik tinggi. Dampak: Peningkatan berat badan dan risiko diabetes.

Contoh: Roti tawar merek Sari Roti atau Gardenia di Indonesia memiliki gula tambahan 2-5 gram per iris. Tips: Pilih roti gandum utuh dengan label no added sugar.

Penelitian dari The Lancet menunjukkan bahwa roti olahan berkontribusi pada epidemi diabetes di Asia. Bagi keluarga, ini cemilan pagi yang perlu diwaspadai.

5. Sereal Sarapan

Sereal sering dianggap cemilan cepat dan bergizi, tapi varian non-manis justru cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi karena gula tambahan untuk rasa.

Sereal sarapan sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi
Sereal sarapan sebagai cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi

Menurut Bobo Grid, satu porsi sereal bisa mengandung 10-15 gram gula, dan jika lebih dari satu porsi, mencapai 20-40 gram. Gula dari pemanis dan pewarna.

Mengapa tinggi gula? Untuk membuatnya menarik bagi anak-anak dan dewasa. Dampak: Lonjakan gula darah pagi hari, menyebabkan kelaparan cepat.

Contoh: Sereal merek Kellogg’s atau Nestle di Indonesia memiliki gula tinggi. Alternatif: Oatmeal polos dengan tambahan buah segar.

Studi dari Pediatrics Journal menunjukkan bahwa sereal tinggi gula berkontribusi pada obesitas anak. Ini menjadi peringatan bagi orang tua.

Alternatif Cemilan Sehat Rendah Gula

Untuk menggantikan cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi, coba alternatif ini. Pertama, yogurt plain dengan buah segar: Rendah gula, tinggi probiotik. Kedua, saus buatan sendiri dari tomat segar dan rempah. Ketiga, granola homemade tanpa pemanis. Keempat, roti gandum utuh. Kelima, sereal dari biji-bijian polos.

Lainnya: Kacang-kacangan seperti almond (kurang dari 2 gram gula per 100 gram), sayur segar dengan hummus, atau buah utuh seperti apel. Ini tidak hanya rendah gula tapi juga kaya serat.

Manfaat: Menjaga gula darah stabil, mendukung penurunan berat badan. Studi dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa beralih ke alternatif rendah gula mengurangi risiko penyakit kronis hingga 25%.

Tips Membaca Label Nutrisi untuk Menghindari Cemilan yang Tidak Manis Tapi Gulanya Tinggi

Selalu baca label. Cari kata “gula tambahan” atau nama seperti fruktosa. Batas aman: Kurang dari 5 gram gula per 100 gram produk. Bandingkan merek, pilih yang terendah gula.

Gunakan app seperti MyFitnessPal untuk tracking. Di Indonesia, perhatikan label BPOM yang wajib mencantumkan gula.

Tips lain: Hindari klaim “rendah lemak” karena sering diganti gula. Belanja di pasar tradisional untuk bahan segar.

Pertanyaan Umum tentang Cemilan yang Tidak Manis Tapi Gulanya Tinggi

Apa saja tanda cemilan mengandung gula tersembunyi?

Tanda: Rasa netral tapi adiktif, label dengan sukrosa atau fruktosa di urutan atas.

Mengapa cemilan tidak manis bisa tinggi gula?

Karena gula ditambahkan untuk pengawet dan rasa, bukan manis langsung.

Bagaimana dampak cemilan ini pada anak-anak?

Meningkatkan risiko obesitas dan gigi rusak; batasi menjadi sekali seminggu.

Apakah semua yogurt tinggi gula?

Tidak, yogurt plain rendah; hindari varian rasa.

Bagaimana cara mengurangi asupan gula dari cemilan ini?

Ganti dengan homemade, baca label, dan kurangi porsi.

Apakah gula alami sama berbahayanya dengan gula tambahan?

Tidak, gula alami disertai serat; fokus hindari tambahan.

Berapa batas gula harian untuk dewasa?

50 gram menurut Kemenkes RI, tapi ideal 25-38 gram.

Apakah olahraga bisa menetralkan efek gula tinggi?

Sebagian ya, tapi tidak sepenuhnya; pola makan tetap kunci.

Cemilan apa yang aman untuk diabetes?

Kacang, telur rebus, atau sayur; konsultasi dokter.

Mengapa produsen tambah gula ke cemilan tidak manis?

Untuk biaya rendah dan umur simpan panjang.

Kesimpulan

Cemilan yang tidak manis tapi gulanya tinggi adalah ancaman tersembunyi dalam pola makan modern. Dari yogurt hingga sereal, ini bisa menyebabkan diabetes, obesitas, dan penyakit jantung jika tidak diwaspadai. Dengan memahami sumber, dampak, dan alternatif, Anda bisa mengambil kendali kesehatan. Mulailah hari ini dengan membaca label dan memilih bijak. Kesehatan adalah investasi jangka panjang – jangan biarkan gula tersembunyi merusaknya.

Informasi Publik Lainnya

Mohon Maaf Tidak Diperkenankan Klik Kanan