
Di era digitalisasi perpajakan modern, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah meluncurkan Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan. Salah satu aspek terpenting dalam menggunakan sistem ini adalah keamanan akun. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang mungkin menggunakan password konvensional, Coretax menggunakan istilah “Passphrase” yang menandakan standar keamanan lebih tinggi. Oleh karena itu, memahami cara mengubah passphrase Coretax adalah keterampilan esensial yang wajib dikuasai oleh setiap wajib pajak untuk melindungi data kerahasiaan mereka.
Artikel ini akan membahas secara tuntas dan mendalam mengenai prosedur, persyaratan, serta tips keamanan terkait perubahan passphrase. Kita akan mengupas segala hal yang perlu Anda ketahui agar tidak mengalami kendala saat mencoba mengakses akun perpajakan Anda.
Sebelum kita membahas teknis cara mengubah passphrase Coretax, penting untuk memahami konteks dari sistem ini sendiri. Coretax (Core Tax Administration System) adalah reformasi besar-besaran di dunia perpajakan Indonesia. Sistem ini menggantikan aplikasi lama yang terpisah-pisah menjadi satu platform terintegrasi. Dengan integrasi ini, data keuangan dan perpajakan Anda menjadi lebih terpusat, yang secara otomatis meningkatkan risiko jika keamanan akun diremehkan.
Mengapa disebut “Passphrase” dan bukan “Password”? Secara teknis, keduanya berfungsi sebagai kunci masuk, namun passphrase umumnya mengacu pada kunci keamanan yang lebih panjang, lebih kompleks, dan seringkali terdiri dari rangkaian kata-kata yang sulit ditebak oleh algoritma peretas (brute force). Mengubah passphrase secara berkala adalah langkah proaktif untuk mencegah akses yang tidak sah, terutama mengingat sensitifitas data pajak pribadi maupun badan usaha.
Proses cara mengubah passphrase Coretax tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Ada persyaratan dan kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar proses ini berjalan lancar. Jangan sampai Anda berada di tengah proses perubahan tetapi sistem menolak karena tidak memenuhi kriteria.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda siapkan:
Pastikan Anda menggunakan perangkat pribadi (laptop atau smartphone) dan jaringan internet yang aman. Hindari menggunakan jaringan publik seperti Wi-Fi kafe saat ingin melakukan perubahan data sensitif termasuk cara mengubah passphrase Coretax, untuk mencegah pencurian data (sniffing).
Anda harus memiliki passphrase lama yang masih aktif. Sistem Coretax tidak mengizinkan Anda mengubah passphrase tanpa memverifikasi identitas Anda melalui passphrase lama. Jika Anda sudah lupa, maka langkah yang harus diambil adalah bukan mengubah, melainkan mereset (reset) passphrase.
Sistem Coretax menerapkan standar keamanan ketat. Passphrase baru Anda harus memenuhi kriteria keamanan tertentu. Biasanya, kriteria ini meliputi:
Memahami kriteria ini sebelumnya akan menghemat waktu Anda saat menjalankan panduan cara mengubah passphrase Coretax.
Berikut adalah inti dari artikel ini. Ikuti panduan langkah demi langkah ini dengan teliti. Pastikan Anda tidak melewatkan satu pun tahapan agar proses cara mengubah passphrase Coretax berhasil.
Langkah pertama secara alami adalah login ke akun Anda. Buka browser resmi dan kunjungi situs Coretax atau DJP Online. Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) serta passphrase lama Anda pada kolom yang tersedia.
Jika Anda berhasil login, berarti passphrase lama Anda valid dan Anda berhak melanjutkan ke proses penggantian. Jika gagal login karena lupa, maka Anda perlu menggunakan fitur “Lupa Passphrase” terlebih dahulu.
Setelah berada di dalam dashboard, carilah menu yang berkaitan dengan pengaturan akun. Biasanya, ini terletak di pojok kanan atas halaman, seringkali diwakili oleh ikon profil Anda atau inisial nama.
Klik pada menu tersebut untuk membuka dropdown. Di sana, Anda akan menemukan opsi yang bertuliskan “Profil”, “Pengaturan Akun”, atau “Keamanan”. Dalam beberapa update tampilan antarmuka (UI), menu untuk cara mengubah passphrase Coretax bisa berada di bawah sub-menu “Ubah Kata Sandi” atau “Ubah Passphrase”.
Di dalam halaman Pengaturan atau Profil, Anda akan melihat beberapa opsi informasi pribadi. Gulir ke bawah hingga Anda menemukan bagian keamanan. Klik tombol atau link yang bertuliskan “Ubah Passphrase” atau “Ganti Passphrase”.
Tombol ini akan memicu sistem untuk menampilkan formulir di mana Anda bisa memasukkan data autentikasi. Ini adalah titik krusial dalam cara mengubah passphrase Coretax.
Sistem akan meminta konfirmasi bahwa Anda adalah pemilik sah akun dengan memasukkan Passphrase Lama. Ketik passphrase yang Anda gunakan untuk login barusan.
Pastikan Caps Lock pada keyboard Anda tidak aktif secara tidak sengaja, dan perhatikan huruf besar-kecilnya. Jika passphrase lama salah, sistem tidak akan mengizinkan Anda melanjutkan ke langkah berikutnya.
Setelah passphrase lama diterima, kursor akan pindah ke kolom Passphrase Baru. Di sinilah Anda harus menerapkan kreativitas dan aturan keamanan yang telah disebutkan sebelumnya.
Ketik passphrase baru yang kuat. Ingat, karena ini adalah Coretax, gunakan frasa panjang yang sulit ditebak namun mudah Anda ingat. Contoh passphrase yang kuat: KopiPagi2024!Jaya.
Untuk menghindari kesalahan ketik (typo), sistem akan meminta Anda meng ketik ulang passphrase baru tersebut pada kolom “Konfirmasi Passphrase” atau “Ulangi Passphrase Baru”.
Pastikan pengetikan di kolom ini sama persis dengan kolom passphrase baru sebelumnya. Jika ada beda satu karakter saja, sistem akan menolak perubahan tersebut.
Terakhir, klik tombol “Simpan”, “Ubah”, atau “Submit”. Sistem akan memproses permintaan Anda selama beberapa detik. Jika berhasil, biasanya akan muncul notifikasi pop-up yang menyatakan “Passphrase berhasil diubah” atau “Keamanan akun telah diperbarui”.
Setelah notifikasi ini muncul, proses cara mengubah passphrase Coretax telah selesai. Disarankan untuk melakukan logout dan kemudian login kembali menggunakan passphrase baru Anda untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Agar tidak mengalami kegagalan saat menjalankan langkah-langkah di atas, Anda harus memahami “aturan main” sistem. Coretax menggunakan algoritma validasi yang ketat untuk menjamin keamanan. Berikut adalah aturan yang sering menjadi penyebab kegagalan:
Jangan mencoba menggunakan passphrase pendek. Sistem biasanya menolak passphrase di bawah 8 karakter, namun untuk keamanan maksimal, sangat disarankan menggunakan minimal 12-15 karakter.
Sistem Coretax seringkali memblokir passphrase yang memiliki pengulangan karakter beruntun yang terlalu banyak (contoh: “aaaa” atau “1111”). Hal ini untuk mencegah penggunaan pola yang lemah.
Anda tidak boleh menggunakan passphrase yang sama dengan yang pernah Anda gunakan 3-6 kali transaksi terakhir. Sistem memiliki memori riwayat keamanan. Jadi, saat menerapkan cara mengubah passphrase Coretax, pastikan Anda membuat frasa yang benar-benar baru.
Hindari menggunakan Passphrase yang mengandung NIK, NPWP, Tanggal Lahir, atau Nama Ibu Kandung. Sistem dapat mendeteksi data ini dari profil Anda dan akan menolak passphrase yang terlalu mirip dengan data diri.
Meskipun panduan cara mengubah passphrase Coretax terlihat mudah, dalam praktiknya, pengguna sering menghadapi kendala. Berikut adalah solusi untuk masalah-masalah umum yang mungkin Anda temui:
Ini adalah masalah paling umum. Jika Anda tidak bisa mengingat passphrase lama, maka Anda tidak bisa mengubahnya. Solusinya adalah dengan melakukan Reset Passphrase. Biasanya di halaman login terdapat link “Lupa Passphrase”. Anda akan diminta memasukkan NIK/NPWP dan akan menerima token OTP melalui email atau nomor ponsel yang terdaftar.
Jika Anda terlalu sering memasukkan passphrase yang salah saat mencoba login atau mengubah passphrase, sistem akan mengamankan akun Anda dengan cara menguncinya sementara. Biasanya, penguncian berlangsung selama 30 menit atau 1 jam. Tunggu beberapa saat sebelum mencoba lagi, atau hubungi helpdesk DJP jika penguncian berkelanjutan.
Jika sistem menolak passphrase baru Anda dengan alasan kekuatan, berarti passphrase Anda belum memenuhi kriteria kompleksitas. Tambahkan simbol, ubah huruf kecil menjadi kapital, dan tambahkan angka. Cobalah menggabungkan tiga kata acak yang tidak ada hubungannya.

Terkadang, proses verifikasi keamanan saat mengganti passphrase memerlukan OTP. Jika token tidak masuk, periksa folder spam di email Anda. Pastikan nomor ponsel dan email yang terdaftar di profil Coretax masih aktif dan benar.
Menyelesaikan proses penggantian passphrase bukanlah akhir dari tanggung jawab keamanan Anda. Berikut adalah tips lanjutan untuk mempertahankan keamanan akun pajak Anda:
Otak manusia terbatas untuk mengingat banyaknya frasa kompleks untuk berbagai akun. Gunakan aplikasi pengelola kata sandi yang terenkripsi (seperti Bitwarden, 1Password, atau KeePass) untuk menyimpan passphrase Coretax Anda. Aplikasi ini sangat membantu jika Anda sering lupa saat menerapkan cara mengubah passphrase Coretax secara rutin.
Ini aturan emas. Pegawai DJP atau pihak berwenang tidak akan pernah meminta passphrase Anda melalui telepon, email, maupun WhatsApp. Jika ada yang mengaku petugas dan meminta passphrase, itu adalah penipuan (phishing).
Jadwalkan untuk mengubah passphrase Anda setiap 3 atau 6 bulan sekali, meskipun sistem tidak mengharuskan. Ini adalah langkah pencegahan terbaik (defensive measure). Panduan cara mengubah passphrase Coretax ini bisa Anda buka kembali setiap saat jadwal penggantian tiba.
Jika Coretax menyediakan fitur notifikasi login (melalui email atau SMS), aktifkan fitur tersebut. Dengan begitu, Anda akan tahu jika ada yang mencoba mengakses akun Anda dari perangkat atau lokasi yang asing.
Jika Anda mengakses Coretax dari warnet atau laptop kantor, jangan sekali-kali mencentang opsi “Ingat Saya” atau “Keep me signed in”. Fitur ini bisa menyimpan sesi login Anda dan memudahkan orang lain membuka akun pajak Anda.
Banyak pengguna masih bingung dengan istilah ini. Memahami perbedaannya penting dalam konteks cara mengubah passphrase Coretax.
Coretax mendorong penggunaan passphrase karena algoritma keamanan modern menganggap panjang karakter (length) adalah faktor keamanan yang paling dominan dibandingkan kekompleksan simbol saja.
Untuk memastikan artikel ini benar-benar tuntas dan menjawab segala keraguan Anda, berikut adalah kumpulan pertanyaan yang sering diajukan terkait topik ini.
Secara umum, tidak ada batasan harian spesifik untuk mencoba mengubah passphrase. Namun, jika Anda terlalu sering memasukkan passphrase lama yang salah dalam sesi login, akun akan terkunci sementara. Gunakan kesempatan cara mengubah passphrase Coretax dengan bijak dan pastikan Anda tahu passphrase lama Anda sebelum memulai.
Tidak selalu. Ketika Anda melakukan migrasi atau registrasi awal di Coretax, Anda mungkin diminta membuat kredensial baru. Namun, jika sistem melakukan single sign-on (SSO) menggunakan data lama, maka password lama Anda menjadi passphrase awal. Untuk memastikan, disarankan segera lakukan cara mengubah passphrase Coretax setelah login pertama kali untuk mengatur ulang sesuai keinginan Anda.
Tidak, sama sekali tidak ada biaya. Proses cara mengubah passphrase Coretax adalah layanan gratis yang disediakan oleh DJP untuk memfasilitasi keamanan data wajib pajak. Hati-hatilah terhadap penipuan yang meminta bayaran untuk bantuan mengganti password.
Kemungkinan besar ada kesalahan ketik (typo) saat Anda memasukkan passphrase baru di kolom konfirmasi, sehingga yang tersimpan di sistem bukanlah yang Anda kira. Solusinya, gunakan fitur “Lupa Passphrase” untuk mereset ulang dari awal. Pastikan saat mengetik ulang, Anda teliti.
Saat ini, Coretax biasanya tidak memberlakukan masa kedaluwarsa (expiration) yang ketat (misalnya harus ganti setiap 30 hari) kecuali ada kebijakan baru. Namun, untuk keamanan, Anda disarankan melakukan cara mengubah passphrase Coretax secara mandiri minimal setiap 6 bulan sekali.
Jika DJP telah merilis aplikasi resmi mobile yang terintegrasi penuh dengan sistem Coretax dan memiliki menu pengaturan akun di dalamnya, maka ya. Namun, untuk fitur-fitur adminitrasi keamanan tertentu, seringkali disarankan menggunakan versi web browser di desktop atau mobile web untuk tampilan yang lebih lengkap saat menjalankan cara mengubah passphrase Coretax.
Mengelola keamanan akun perpajakan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Di tengah maraknya kejahatan siber, memiliki akses ke sistem administrasi pajak yang aman adalah benteng pertama pertahanan data finansial Anda. Memahami cara mengubah passphrase Coretax adalah salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap wajib pajak di era Coretax.
Kita telah membahas mulai dari pengertian passphrase, persiapan, panduan langkah demi langkah, aturan validasi, penyelesaian masalah, hingga tips keamanan lanjutan. Artikel ini disusun sedemikian rupa agar Anda tidak hanya bisa mengubah passphrase, tetapi juga memahami filosofi keamanan di baliknya.
Jangan tunggu sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada akun Anda. Segera cek kekuatan passphrase Anda dan lakukan perubahan jika dirasa sudah lemah atau sudah terlalu lama tidak diganti. Semoga panduan lengkap mengenai cara mengubah passphrase Coretax ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menjaga kepatuhan serta keamanan perpajakan Anda. Selamat mencoba
Mohon Maaf Tidak Diperkenankan Klik Kanan